x

Cara Mudah Budi Daya Lele Untuk Pemula Dengan Menggunakan Terpal

Share

Catfish, atau di Indonesia dikenal dengan ikan lele, merupakan ikan air tawar yang dapat ditemukan di sepanjang perairan tawar di benua Asia dan benua Afrika. Ikan dengan marga Clarias ini memiliki tubuh yang memanjang dan berkulit licin tanpa sisik, memiliki kumis yang panjang dan mencuat di sekitar bagian mulut seperti kucing, serta dagingnya bertekstur lunak yang mudah untuk disantap dan dinikmati.      

Selain rasanya yang enak, ternyata ikan lele juga mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Menurut Departemen Gizi FKM Universitas Indonesia melalui FatSecret Indonesia, terdapat 100 gram kandungan gizi yang ada di dalam ikan lele, yaitu dengan rincian, energi: 240 kkal, lemak: 14,53g, kolesterol: 69mg, protein: 17,57g, karbohidrat: 8,54g, serat: 0,5g, gula: 0,85g, sodium: 398mg, dan kalium: 326mg.

Dengan semua kelebihannya, tak heran jika ikan lele akhirnya banyak digandrungi oleh para pebisnis di dunia perikanan. Sebagian besar pengusaha kuliner pun saat ini mulai banyak memburu ikan lele sebagai menu makanan dalam bisnis mereka. Anda pasti sering menemukan menu makanan berupa ikan lele, seperti lele goreng, lele penyet, atau bahkan lele bakar ketika sedang berkunjung ke rumah makan, kan?

Ditambah lagi dengan warung-warung tenda pecel lele yang bertebaran dan menjadi favorit makanan yang cocok dengan lidah masyarakat Indonesia. Dengan adanya permintaan pasar dan peluang keuntungan yang besar terhadap ikan lele, maka inilah kesempatan Anda untuk terjun dan ikut terlibat dalam budi daya atau berternak lele. 

Perawatan budi daya atau berternak lele terbilang cukup mudah dilakukan oleh siapa saja, terutama untuk para pemula. Saat ini pengembangbiakkan tidak harus dilakukan di kolam tanah. Ada cara efektif yang dapat dilakukan bagi Anda yang tinggal di kota dan tidak memiliki lahan yang cukup luas, yaitu dengan menggunakan terpal. Berikut beberapa cara budi daya ikan lele dengan terpal yang bisa diikuti oleh pemula:

1. Siapkan Media Kolam

Sebelum Anda menyiapkan terpal sebagai kolam, pastikan terpal sudah dibersihkan terlebih dahulu dan dikeringkan. Kemudian bentangkan terpal hingga menyerupai kolam. Agar dapat berdiri dengan tegak, terpal bisa disanggah dengan besi, kerangka bambu, atau buat kolam dengan susuan batako yang dilapisi terpal. 

Setelah itu, Anda bisa mengisi terpal dengan air hingga setinggi 20-30 cm. Diamkan air di dalam terpal selama 7-10 hari, tujuannya adalah untuk pembentukan lumut dan fitoplankton, karena ikan lele tidak suka dengan air yang terlalu bersih. Setelah 7-10 hari air didiamkan, tambahkan air dengan ketinggian kurang lebih 80-90 cm. Agar air dalam kolam tidak terlalu bau, tambahkan beberapa irisan daun pepaya. 

2. Pemilihan Benih Atau Bibit Unggul

Setelah persiapan kolam selesai, maka langkah selanjutnya adalah memilih benih atau bibit. Pemilihan ini tidak boleh asal dan tentunya harus berkualitas. Bibit atau benih lele yang unggul biasanya lebih agresif, aktif, lincah, warna kulit sedikit lebih terang atau mengkilap, dan tidak ada cacat di seluruh tubuh. Pastikan pilih benih atau bibit dengan ukuran yang seragam. Hal ini dilakukan untuk menghindari ikan lele memakan sesama, karena ikan lele bersifat kanibal.

3. Penebaran Benih Atau Bibit Unggul

Selanjutnya bibit atau benih lele bisa mulai dimasukkan ke dalam kolam. Dalam penebaran, hal yang harus diperhatikan adalah jangan menebar bibit lele secara langsung ke kolam. Hal ini akan membuat stres dan menyebabkan kematian. Lele pun butuh adaptasi dengan lingkungan baru. Jadi, sebaiknya letakkan bibit atau benih beserta wadahnya bawaannya, seperti ember atau jerigen ke dalam kolam. Kemudian diamkan selama 15-30 menit dan biarkan lele keluar dengan sendirinya. Waktu penebaran yang baik dilakukan pada pagi dan malam hari untuk menghindari suhu yang terlalu panas karena cahaya matahari. 

4. Pakan

Salah satu faktor yang menentukan berhasil atau tidaknya dalam budi daya lele adalah pakan. Di sini, hal yang juga harus diperhatikan adalah pemberian pakan berdasarkan usia. Jika lele masih dalam bentuk benih atau bibit, berikanlah pelet yang berbentuk butiran. Kemudian, saat lele tumbuh besar, mulailah berikan pakan pelet yang berukuran besar. Di dalam pelet sudah mengandung kebutuhan gizi yang dibutuhkan oleh lele, seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. 

Untuk waktu pemberian pakan, Anda bisa berikan 3 kali sehari atau bisa juga di jam 7 pagi, 5 sore, dan 10 malam. Usahakan jangan berlebihan dalam memberikan pakan. Karena jika lele sudah cukup kenyang, sisa endapan pakan akan menimbulkan gas amonia yang mengakibatkan oksigen di dalam air menjadi tidak stabil. 

5. Pemeliharaan

Jangan lupa juga untuk memperhatikan kualitas air kolam. Jika air berbau busuk karena timbunan endapan pangan, maka kuraslah sepertiga air kolam dan jangan ganti secara keseluruhan. Karena ikan lele biasa bertahan hidup di air berlumut atau berlumpur. Selain itu, jika umur lele kurang lebih telah 20 hari, Anda perlu melakukan penyortiran. Pisahkan lele dengan ukuran besar dan kecil ke dalam kolam berbeda. 

6. Panen

Ikan lele telah masuk masa siap panen setelah berusia kurang lebih 90 hari dari masa penebaran bibit atau benih. Kuras sebagian air kolam agar memudahkan dalam menangkap ikan. Pastikan pengambilan ikan lele menggunakan sarung tangan atau bisa menggunakan jaring maupun serokan besar agar tidak terkena patil. Biasanya, ikan lele yang siap panen dalam 1 kilogram berisi 5-9 ekor lele. 

Begitulah serangkaian persiapan dan cara budi daya ikan lele menggunakan media terpal untuk pemula. Bagaimana, cukup mudah bukan?

Selamat berbudidaya ikan lele!